Mengenal Cinta dari Berbagai Konsep
(Ensiklopedia Cinta)
Detik ini, jutaan referensi dan para
pakar di bidang keilmuan memiliki pengertian sendiri mengenai konsep cinta.
Sebelum meneguk cinta yang dengan segala problematikanya dan mendalam, perlu
memahami apa itu cinta?. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, cinta memiliki
beberapa arti, yaitu suka sekali, sayang benar, kasih sekali,
terpikat (antara laki-laki dan perempuan), ingin sekali, berharap sekali,
rindu, dan susah hati (khawatir).
Ada
yang mendefinisikan cinta sebagai perasaan seseorang terhadap lawan
jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki lawan jenisnya
(misalnya sifat, wajah, dan lain-lain)., namun diperlukan pengertian dan saling
memahami untuk dapat melanjutkan hubungan. Haruslah menutupi kekurangan, mau
menerima pasangannya apa adanya tanpa paksaan oleh salah satu pihak, dan
berbagi suka dan kesedihan bersama.
Bahkan,
ada yang mengatakan cinta itu adalah kelembutan. Dia diuji oleh godaan,
dikuatkan oleh kesusahan, yang tidak berubah oleh ketidakhadiran. Namun, dari
itu semua, cinta tidak akan lekang oleh waktu. Cinta adalah pengertian, saling
menguntungkan, berbagi, saling memaafkan, dan kesetiaan melalui waktu yang baik
dan buruk.
Definisi
cinta dari beberapa pakar pun berbeda. Seperti pakar fisika, mendefinisikan cinta
sebagai gaya tarik menarik antara dua manusia berlainan jenis yang besarnya
berbanding lurus dengan intensitas pertemuan, menyebabkan terjadinya gerak
lurus beraturan untuk saling mendekat, sehingga menimbulkan resonansi antara
dua hati. Akhirnya melebur menjadi satu dengan frekuensi gelombang cinta yang
sama.
Sedangkan menurut ahli kimia, cinta
adalah reaksi yang melibatkan beberapa unsur yaitu P (Pandangan), Se
(Senyuman), Li(Lirikan), dan RA (Rayuan) dengan katalisator S (Suka dan Sayang)
sehingga menjadi senyawa C1NT4.
Mari kita menelusuri
konsep cinta dari tokoh islam, Ibnul Qayyim Al Jauziyyah, salah seorang tokoh
ulama dan juga pakar cinta yang menemukan 60 istilah yang berkaitan dengan
cinta. Dalam tulisan ini, penulis hanya mampu menelaah 4 istilah dari sumber
referensi, yaitu, Al Mahabbah, Al Hawa, Asy Syauqu, dan Al Wahl.
Pertama,
Al mahabbah. Kata ini paling umum
digunakan untuk menggambarkan cinta. Dari satu kata ini, ternyata masih
mengandung banyak makna yang dikaitkan dengan akar katanya. Kata al mahabbah bisa berarti bening, bersih,
tenang, teguh, biji tanaman, usungan bejana, buah hati, dan lain-lain,
bergantung pada konteks kalimatnya. Tetapi, secara umum, al mahabbah dimaknai sebagai kasih sayang.
Kata al mahabbah mencakup beberapa unsur, antara lain:
1. Kecenderungan
secara terus menerus dengan disertai hati yang meluap-luap.
2. Mendahulukan
kepentingan atau keinginan orang yang dicintai dari hal-hal lain.
3. Menuruti
keinginan orang yang dicintai, baik ada dia maupun tidak.
4. Menyatukan
keinginan orang yang mencintai dan dicintai.
5. Hati
orang yang mencintai tak terbendung untuk tidak mengingat orang yang dicintai.
6. Menyerahkan
dan melakukan apa pun yang ada pada dirimu kepada orang yang dicintainya
sehingga tidak ada yang tersisa.
7. Menyingkirkan
apa yang ada di dalam hati kecuali orang yang dicintai.
8. Cemburu
terhadap orang yang dicintai apabila kehormatannya berkurang.
9. Menjaga
batas.
10. Tenang
tapi gundah dan gundah tapi tenang.
11. Keteguhan
hati terhadap orang yang dicintai.
Unsur-unsur
di atas, apabila dicampur menjadi satu dalam sebuah bejana hati, lalu dibumbui
dengan ketulusan, dan dibakar dengan api pengharapan, maka akan menghasilkan
seluruh hidangan kasih sayang yang murni. Jika dihidangkan dengan cawan
keimanan akan menghasilkan kenikmatan sempurna bagi jiwa yang membutuhkannya.
Kasih
sayang merupakan tingkatan cinta yang lebih tinggi dan bersifat universal. Ia
berlaku tidak hanya untuk lawan jenis saja, melainkan terhadap orang tua,
saudara, semua orang, dan makhluk lainnya. That’s
very nice. Kasih sayang yang dimiliki kita sebagai manusia merupakan
perwujudan representatif dari sifat Allah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman) dan
Maha Penyayang (Ar-Rahim). Seperti yang Rasullulah sabdakan di HR. Muslim di
bawah ini;
“Allah
menjadikan kasih sayang-Nya terbagi dalam seratus bagian. Dia menahan sembilan
puluh sembilan bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi. Dari satu
bagian itulah para makhluk saling kasih-mengasihi sehingga seekor induk
binatang mengangkat cakarnya dari anaknya karena takut melukainya”.
Kedua,
Al-Hawa. Al- Hawa berarti
kecenderungan, hasrat, dan nafsu jiwa terhadap orang yang dicintainya. Al- Hawa atau hawa nafsu biasanya
dikonotasikan negatif. Walaupun demikian, ada nafsu yang dirahmati oleh Allah.
Nafsu
merupakan salah satu fitrah dari Allah yang ditanamkan pada manusia. Oleh
karena itu, janganlah berusaha menghilangkan nafsu seperti para rahib dan
pendeta tetapi jangan pula memperturutkan nafsu sekehendak kita saja seperti
binatang atau bahkan lebih rendah dari itu. Seyogyanya nafsu dibingkai dengan
ketakwaan kepada Allah, sehingga penyalurannya sesuai dengan koridor yang telah
ditetapkan dalam agama.
Ketiga,
Asy Syauqu yang berarti rindu atau
pengelanaan hati untuk bersua orang yang dicintai. Kerinduan merupakan bara dan
kobaran api yang bersemayam dalam hati orang yang mencintai yang mendorongya
untuk selalu berdekatan dan berhubungan dengan orang yang dicintai.
Keempat,
Al Wahl yang berarti takut atau
gemetar. Seseorang yang melihat orang yang dicintainya akan berubah rona
wajahnya dan gemetar hatinya karena cinta yang menguasainya.
Demikianlah,
konsep cinta yang ditelusuri oleh penulis dari berbagai rujukan. Di luar sana
banyak definisi tentang cinta. Semua mendefinisikan cinta ini berdasarkan
pengalaman hidup dalam mengenal cinta. Namun, obat yang paling mujarab bagi
cinta adalah menikah. Tulisan berikutnya akan penulis sajikan dalam tema tulisan
berjudul “Mempersiapkan Diri”. Sebuah tulisan yang ditulis yang bertujuan untuk
menjadi “alarm” bagi penulis sendiri. Karena prinsipnya, jodoh adalah rahasia
ilahi. Sebelum menikah, kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita. Oleh
karena itu, daripada terlalu fokus pada sosok yang dinanti lebih bijak jika
kita fokus pada diri sendiri. Semoga bermanfaat sahabat!
Sumber
Referensi:
Agus, Susanto,
2013. Rational Love (Nikmatnya Cinta Tanpa Galau).Jakarta:PT.Elex
Media Komputindo.
Al Jauziyah,
Ibnul Qayyim, 2004. Taman Orang-Orang
Jatuh Cinta dan Memendam Rindu. Penerjemah: Kathur Suhardi. Jakarta: Darul
Falah.
Al-qur’an Al
Karim, surah Yusuf, ayat 53.
Lubis, Arif
Rahman, 2014. Halaqah Cinta. Jakarta:
PT Agromedia Pustaka.
Bingung cari Situs Poker Terpercaya ??
BalasHapusSering kalah? lebih sering deposit dari pada wd??
Solusi Terbaik Buat Member Yang Sering Lose !!
Pokers128(dot)com
Buktiin Sendiri Main Di Pokers128 !
Bisa Main Dari HP !!
Support IOS & ANDROID
7 Games Dalam 1 User_ID
Menangkan Jackpot Harian S/d Puluhan Juta
Jackpot Global Ratusan Juta
Minimal Deposit Sangat Terjangkau !!
Rp 10,000
Withdraw Diproses Super Cepat !
1menit s/d 3menit
JANGAN TUNGGU DAN JANGAN RAGU LAGI UNTUK MENJADI SEORANG PEMENANG DAN DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA DI WWW.S1288POKER.COM
Info lebih lengkap,silahkan hubungi CS 24/7 kami melalui :
PIN BBM : 7AC8D76B
WA : 08122221680
Twitter : @S1288POKER